LAHIR BARU
Hai namaku Lia. Aku lahir di Wonogiri tanggal 31 Mei 2000. Saat ini aku berusia 25 tahun. Saat aku berusia 16 tahun, aku mengalami Lahir Baru pada tanggal 6 Agustus 2016. Ketika semua orang merayakan sweet 17 nya. Setiap tahun aku merayakan sweet 16 ku.
Lahir Baru adalah peristiwa dimana aku dilahirkan kembali oleh Roh Kudus. Lahir Baru adalah momen dimana aku menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatku. Di hadapan Tuhan aku mengakui diriku sebagai manusia berdosa yang hina dan tidak layak, serta meminta belas kasihan dan rahmat Tuhan untuk membebaskanku dari belenggu dosa. Ya, Lahir Baru adalah peristiwa pertobatanku.
. . . . .
Sejak lahir aku beragama Kristen dan tumbuh dalam didikan keluarga Kristen. Aku rajin mengikuti Sekolah Minggu, Ibadah Hari Minggu, Persekutuan Pemuda Gereja, PDSK di SMP SMA. Lia kecil hingga remaja pernah mempertanyakan akan kemana nanti ketika dia mati. "Surga atau Neraka ya? Kata Pak Pendeta sih orang Kristen pasti masuk Surga, tapi kok aku ragu ya karena kadang aku masih nakal."
Sebagai seorang Kristen, ada perasaan aman yang kuyakini tetapi terkadang tidak pasti. Bagiku saat itu, kepastian keselamatan adalah dengan beragama Kristen, rajin mengikuti kegiatan rohani, dan banyak berbuat baik. Tetapi aku masih berbohong pada orangtua ketika nilaiku jelek, bermusuhan dengan teman, bergossip, jarang berdoa dan baca alkitab, tidak mentaati orang tua, malas belajar, setiap hari nonton K-Pop dan film, bertengkar dengan kakak, sebal dengan guru di sekolah, dsb.
Hanya kejahatan-kejahatan kecil, namun ada kegelisahan bahwa aku tidak bisa 100% berbuat baik, maka tidak ada keyakinan 100% bahwa aku akan masuk Surga. Aku diumur 15 tahun (kelas 9 SMP) merasa gelisah mengenai nasibku kelak ketika meninggal akan ke Surga atau Neraka.
Aku mulai mengikuti pemuridan/PA/KTB saat kelas 10 SMA. Setiap dua minggu sekali di hari Jumat. Awalnya aku ikut hanya sekedar ikut-ikutan teman dekat yang kebetulan suka dengan hal-hal rohani, lalu untuk mengisi waktu luang setelah pulang sekolah, dan kebetulan pemimpin PA segereja denganku, jadi aku merasa segan untuk tidak ikut PA. Tetapi fun fact nya: aku rajin mengikuti PA.
Singkat cerita, saat liburan kenaikan kelas tiba-tiba aku merasa sulit bernafas (sebenarnya cuma alergi dingin), saat itu aku terkena panic attack, aku sakit tipes, daya tahan tubuh menurun, menjadi sering sakit-sakitan, dan tidak ada mood untuk melakukan aktivitas. Aku benar-benar dalam kondisi fisik yang lemah. Rasanya setiap hari seperti mau mati. Saat itu lah aku mulai mengalami kegelisahan, yaitu takut mati.
Dalam kondisi fisik dan psikis yang lemah itu, aku menyadari akan kerapuhan dan kelemahanku. Kematian ada didekatku dan aku takut untuk mati. Kemudian Tuhan memberi ingatan saat dulu PA aku pernah belajar mengenai Ilustrasi Jembatan Keselamatan. Aku disadarkan bahwa apa yang aku pelajari saat itu belum aku alami dalam hidupku. Aku sangat memerlukan Kristus untuk menyelematkanku. Aku yang rapuh dan lemah perlu diselamatkan oleh Kristus. Tidak hanya menyelematkan dari sakitku, tetapi lebih utuh lagi, yaitu menyelamatkanku dari kematian kekal.
Tanggal 6 Agustus 2016 pukul 5 sore, 2 bulan setelah hari ulang tahunku yang ke 16 tahun. Di hadapan Tuhan, aku mengakui kerapuhan dan kelemahanku sebagai manusia berdosa. Aku mempercayai dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatku. Aku menyerahkan diri untuk dipimpin oleh-Nya. Ya, itulah peristiwa lahir baruku. Hatiku yang congkak diremukannya, diganti dengan hati yang baru, hati yang mudah dibentuk olehNya.
. . . . .
Lia usia 16 tahun setelah lahir baru
Tidak ada yang berubah dengan wajahku, rambutku, dan penampilanku sebelum dan sesudah lahir baru. Namun tentu saja ada perubahan dalam hal lainnya.
Ada perubahan hati dan sikap hidup yang kualami setelah mengalami lahir baru atau pertobatan. Aku makin sungguh-sungguh dimuridkan. Aku bertumbuh. Aku menyadari otoritas Allah dalam hidupku. Aku makin mengenal isi hatiNya. Aku tahu bahwa sekarang aku hidup hanya untuk Tuhan.
Aku dikasihi dan dibelas kasihani oleh Allah. Aku hidup karena anugerah Allah. Terpujilah TUHAN.



Komentar
Posting Komentar